GAC 2019, Berikan Wadah Anak Muda Kreatif Indonesia Berkarya

Sensasi Asik

Anak muda Indonesia memang terkenal dengan memiliki kreatifitas tanpa batas, untuk mewadahi itulah dimulai pada tahun 2014 lalu, di buat ajang kompetisi kreatif lintas bidang yang di beri nama Go Ahead Challenge atau yang lebih terkenal dengan sebuatan GAC. 

GAC sendiri membuat para finalisnya merasakan Indulging Vibes sampai sensasi asyik saat mengikutinya, pasalnya para pememnang disetiap tahunnya akan mendapatkan mentor yang sangat berkompeten pada setiap bidangnya masing-masing.

Kompetisi kreatif lintas disiplin ini memungkinkan berbagai anak bangsa untuk pilih tantangan yang berbeda karena pada edisi kali ini, GAC akan mencari insan kreatif yang bergerak pada bidang musik, fotografi/film, dan visual art. Untuk diketahui GAC ini telah berjalan selama lima tahun, dan untuk tahun 2019 GAC sudah kembali mencari submisi dari tanggal 15 Maret hingga 30 Juni 2019. 

Pada gelaran GAC tahun 2019 ini, semua karya yang masuk akan diseleksi oleh curator yang sudah berkompetensi dibidangnya masing masing, Mereka adalah Widi Puradiredja, drummer dari grup Maliq & D’essentials yang juga berperan aktif sebagai produser musik, Lucky Kuswandi – sutradara film “Galih & Ratna”, Naufal Abshar – seniman visual yang merupakan lulusan dari LASALLE College of the Arts dan Goldsmith University di London.
Go Ahead Challenge dibuat tidak lain karena ingin melihat beragam karya dari berbagai daerah di tanah air yang mampu merepresentasikan jawaban atas keraguan diri dalam berkarya. 

Setelah berlangsung selama kurang lebih 5 tahun ini. GAC telah menelurkan beberapa talenta baru yang dapat memberikan warna serta semangat bagi industri seni kreatif tanah air. Beberapa alumni program ini seperti Wake Up Iris!, Semiotika, Raditya Bramantya (bramskky), Dylan Amirio (Logiclost), dan banyak lainnya telah sukses hadir menjadi pilihan baru bagi penikmat musik dan seni di Indonesia.

Nantinya, setelah proses submisi berakhir. Go Ahead Challenge akan menentukan nama finalis dalam sebuah proses seleksi karya oleh para kurator yang bergabung. Setelah itu, para finalis akan menjalani Creative Academy intensif selama satu minggu penuh bersama para kurator dan mentor.

Nantinya para pemenang akan meraih kesempatan dan pengalaman sensasi asik langsung terjun di industri kreatif profesional di antaranya terlibat dalam proyek kolaborasi dan eksplorasi karya video/fotografi di New York bersama Lucky Kuswandi, karya visual art di Venice bersama Naufal Abshar, lalu kesempatan unjuk karya musik di Korea Selatan bersama Widi Puradiredja.

Tak hanya sampai di situ, sekembali ke Tanah Air para pemenang pun akan mendapatkan aspirational reward sebagai ruang untuk mewujudkan proyek impian mereka masing-masing. Ajang GAC membuka ruang sebebas mungkin bagi siapa pun yang ingin belajar langsung dari para ahli untuk dapat berkarya dan menjadi apa pun yang mereka mau.

Posting Komentar

0 Komentar