Program Restorasi yang Didukung Anak Perusahaan Royal Golden Eagle Membuat Kehidupan Petani Kecil Membaik

APRIL grup adalah perusahaan penghasil pulp dan kertas asal Indonesia dan merupakan perusahaan terbesar di Asia dengan teknologi terkinidan terefisien di dunia. Mereka tidak hanya memproduksi pulp dan kertas saja, melainnya juga kertas tisu, tas belanja, popok, kemasa makanan, majalah, dan buku. Dan sudah pasti anda pernah mendengar tentang PaperOne, yang merupakan produk unggulan dari mereka dan sudah dipasarkan ke 75 negara di seluruh dunia. APRIL grup sendiri merupakan anggota dari Royal Golden Eagle yang didirikan oleh Sukanto Tanoto pada tahun 1973. Di bawah kepemimpinannya ini, RGE bisa berkembang menjadi kelompok usaha global yang mempekerjakan lebih dari 60.000 karyawan, dengan total aset lebih dari 18 miliar serta jangkauan penjualan di seluruh dunia. 

Royal Golden Eagle

APRIL grup sendiri memiliki sebuah visi dengan meyakini bahwa pembangunan yang bertanggung jawab dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi Indonesia dan membantu masyarakat setempat untuk keluar dari siklus kemiskinan serta meningkatkan taraf hidup mereka. Oleh karena itu, mengambil langkah untuk mengkonservasi dan merestorasi hutan yang ada di Indonesia.

Maksud dari konservasi adalah merupakan suatu pemeliharaan dan perlindungan sesuatu yang teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan cara pengawetan atau pelestarian. Sejak tahun 2005, APRIL grup berkomitmen pada konservasi hutan yang bernilai sangat tinggi terhadap lingkungan dalam area-area konservasi.  Mereka telah melaksanakan 37 kajian, Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dengan menggunakan Perangkat HCV Indonesia. Selain itu juga, mereka telah melestarikan dan melindungi lebih dari 250.000 hektar hutan NKT di Indonesia dan mereka melindungi dan merestorasi area-area hutan yang sebelumnya sudah pernah dirusak oleh pihak lain. Seperti contoh di daerah Semenanjung Kampar yang merupakan sebuah ekosistem rawa gambut yang unik dan debgan keanekaragaman hayati tropis yang berada di atas lapisan rawa gambut yang tebal. Di daerah tersebut saat ini dalam tahap proses pemulihan 40.000 hektar hutan bernilai konservasi yang tinggi di dua area yang berbeda dari area tersebut sebelumnya.

Area konservasi dan restorasi ekosistem yang berada dalam 1 juta hektar ini, dialokasikan untuk kegiatan hutan. Dalam konsensinya yang telah diberikan oleh pemerintah Indonesia, yaitu: izin HPH (Hak Pengusahaan Hutan) dan dari area tersebut telah disisihkan untuk perkebunan berkelanjutan. Beberapa area yang digunakan untuk konsesi dialokasikan di area yang memiliki tanah gambut yang menyimpan karbon.

Selain itu, APRIL grup juga menerapkan model “Ring Plantations (penanaman melingkar) sebagai cara untuk melindungi hutan konservasi dari perambahan dan degradasi dalam pengelolaan perkebunan terpadu merupakan pusat dari upaya konservasi APRIL. Pendekatan model tersebut memungkinkan penghasilan ekonomi serta membuka kesempatan kerja untuk mendukung penghidupan masyarakat setempat. Diharapkan deengan adanya program restorasi ini, yang didukung anak perusahaan Royal Golden Eagle membuat kehidupan petani kecil membaik.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.